ah, negeri kami..

tadi malem, terpaksa nonton acara talkshow di ZDF, yang dipandu Markus Lanz. bagaimana tidak terpaksa, kalo miss GPS alias Giras Pratista Santoso menjadi penguasa mutlak sang remote control. kami memang menghindari acara talk show. kenapa..?! tidak lain tidak bukan hanya karena masalah bahasa. ah, jadi pingin segera kursus. biar bisa ngerti semua acara TV. moso cuman bisa nonton Spongebob Schwammkopf..

awal nonton, biasa aja.. membahas tentang orangutan. menyaksikan orangutan yang membawa papan ronde di dalam ring tinju pada suatu scene, membuat kami yakin bahwa ini pasti ngomongin orangutan di Thailand. scene pun berganti, dari acara talk show, beberapa gambar orangutan dan tentu saja hutan yang jadi habitat mereka. tak lama ada gambar yang diambil dari atas pesawat or helikopter – sesuatu yang bisa tebang lah – memperlihatkan kawasan hutan yang luas, yang tepiannya masih penuh dengan pohon besar dan hijau. namun, bagian tengah kawasan, kosong.. hanya pohon-pohon tumbang. gak heran kalo mas arie langsung teriak

‘ini kalimantan.. gw pernah liat itu..!!!’

dia memang pernah bertugas selama 40 hari di tengah belantara kalimantan, tepatnya di ‘the heart of borneo’ alias di Pegunungan Muller. dan sangat familiar dengan pemandangan seperti itu.

ternyata talkshow kali ini memang membicarakan orangutan di Kalimantan. begitulah yang sedikit bisa kami tangkap. menceritakan tentang seorang aktor yang menerjunkan dirinya berkegiatan bersama orang-orang di Borneo Orangutan Survival yang ada di Kalimantan. talk show kali ini juga mendatangkan seorang ahli orangutan, yang tentu saja bukan orangutan. dan saking susahnya, saya lupa nama aktor dan ahli orangutan tersebut. harap maklum..

diperlihatkanlah pada kami, bagaimana orangutan ditembaki – entah untuk apa – kemudian anak-anaknya yang selamat ditangkarkan. bagaimana mereka berjuang untuk menyelamatkan nyawa seekor urangutan dan meneteskan air mata ketika mereka gagal. saya jadi terharu, betapa sayangnya mereka pada sang orangutan, betapa mereka berjuang keras untuk membuatnya tetap ada di belantara Kalimantan. padahal mereka orang-orang asing, bukan orang-orang dari negeri kami..

sementara, banyak sekali orang-orang pribumi yang menjualbelikan orangutan, menangkapnya untuk dipelihara di rumah, tak sedikit yang membunuhnya dan sangat banyak yang membabat habis habitat mereka hanya demi uang. konservasi di negeri kami tidak berjalan dengan baik, salah satunya karena semua dapat dibeli dengan uang. bahkan hukum sekali pun..

ah, negeri kami.. bagaimana bisa peduli dengan orangutan. warganya ‘kabur’ ke negeri lain pun tak ada yang peduli. berapa banyak orang pintar indonesia yang enggan pulang ke indonesia. banyak. banyak sekali malah. tapi tidak ada yang peduli, karena mereka tidak dianggap sebagai aset berharga.

ah, negeri kami.. bagaimana bisa kami punya nasionalisme yang tinggi..?!

sepertinya memang hanya saya yang gagal dididik menjadi manusia indonesia yang baik..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s